ANALISIS RENCANA DAN PROGRAM STRATEGIS UNGGULAN
STAI TANJUNG JABUNG BARAT
Diajukan Pada Mata Kuliah
Manajemen Strategik Kependidikan Islam
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM
Dr. Maisah, M.Pd.
Disusun oleh:
Sodiah
PASCASARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
IAIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2015
DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.
Latar Belakang...................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 2
A.
Konsep Analisis
Rencana Strategis...................................................... 2
B.
Analisis
Rencana dan Program Strategis STAI Mau’izhah
Tanjung
Jabung Barat........................................................................... 9
BAB III PENUTUP............................................................................................ 18
DAFTARA PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manajemen
yang diterapkan di lingkungan internal sistem Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
barulah sebagian dari tanggung jawab pimpinan atau ketua sebagai seorang
manajer. Seluruh pengelola pendidikan seperti ketua STAI, wakil ketua, Dirjen
Pendidikan Islam, menteri pendidikan, dan para pengambil kebijakan pendidikan
Islam harus dapat mengamati dan merespon kekuatan, kelemahan, peluang, dan
tantangan yang dihadapi oleh institusi.
Pimpinan
STAI seharusnya memahami lingkungan internal dengan baik demikian pula
lingkungan eksternalnya. Pimpinan STAI yang ingin mempertahankan eksistensi institusi
yang dipimpin, mengetahui potensi lingkungan sekitar, persaingan, dan para
pengguna lulusan. Faktor besar lainnya yang turut mempengaruhinya adalah
keadaan sosial lingkungan sekitar institusi, politik, keamanan, dan
perkembangan teknologi.
Berdasarkan
penilaian yang dilakukan secara terus menerus, pemimpin dapat mengidentifikasi
peluang dan kemampuan institusi. Sehingga pimpinan beserta pengurus lainnya
dapat menentukan rencana dan program strategis secara sempurna. Oleh karena itu
makalah ini akan membahas mengenai “Analisis Rencana Dan Program Strategis
Unggulan STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat”.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
konsep analisis rencana strategis?
2.
Bagaimana
rencana dan program strategis unggulan STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Analisis Rencana Strategis
Perencanaan merupakan fungsi dari seorang
manajer yang berkaitan dengan pemilihan tujuan, kebijaksanaan, prosedur, dan
program-program. Perencanaan adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian
tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan.[1] Dalam
proses perencanaan, terdapat beberapa tahap yaitu
1.
Identifikasi masalah
2.
Perumusan masalah
3.
Penetapan tujuan
4.
Identifikasi alternatif
5.
Pemilihan alternatif
6.
Elaborasi alternatif[2]
Perencanaan (planning)
adalah suatu proses untuk menentukan rencana atau program kegiatan.[3] Perencanaan berkaitan dengan
tujuan dan membantu mengetahui apa yang harus dilakukan. Menurut Kishan
Badagia, plan is ensure resources are
available (material, labor, tools, equipment, an so forth). The planning step
can take many forms. For example, the maintenance supervisor can give verbal
orders to crafts people, and if a plannner is used, he/she will prepare a work
order.[4] Perencanaan bertujuan untuk memastikan seluruh sumber
daya tersedia baik material, tenaga kerja, alat-alat /sarana prasarana, dan
lainnya. Langkahnya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Seperti, supervisor
memberikan perintah secara lisan kepada orang ahli, jika seorang planner
digunakan maka ia akan mempersiapkan perintah kerja tersebut.
Sebagaimana firman Allah SWT, yang menyeru manusia untuk merencanakan apa yang ingin dilakukannya, yaitu:
* öqs9ur (#rß#ur&
ylrããø9$# (#rtãV{ ¼ã&s! Zo£ãã `Å3»s9ur onÌ2 ª!$# öNßgrO$yèÎ7/R$# öNßgsܬ7sVsù @Ï%ur (#rßãèø%$# yìtB úïÏÏè»s)ø9$# ÇÍÏÈ
Artinya: “Dan
jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk
keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Allah
melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu
bersama orang-orang yang tinggal itu.” (Q.S. At-Taubah : 46)[5]
Para
perencana program merumuskan visi misi organisasi, pembuatan profil organisasi,
mengenali peluang dan ancaman eksternal, menganalisis alternatif strategi, dan
menetapkan sasaran jangka panjang. Untuk menganalisis peluang, ancaman,
kekuatan, dan kelemahan maka digunakan teknik analisis SWOT.
SWOT analysis is the first stage in the process of
strategic management it involves the assessment of the Strengths and Weaknesses
of the organization in light of the Opportunities and Treats in its environment
that seeks to attain a match, or fit, between internal capabilities and
external possibilities.[6]
A strength is a resource that the organization can use effectively to achieve
its objectives. A weakness is a limitation, fault, or defect in the
organization that will keep it from achieving its objectives. An opportunity is
any favorable situation in the organization's environment. A threat is any unfavorable
situation in the organization's environment that is potentially damaging to its
strategy.
Analisis situasi merupakan awal proses dalam merumuskan strategi.
Manajer harus menemukan kesesuaian strategis antara peluang-peluang eksternal
dan kekuatan-kekuatan internal, disamping memperhatikan ancaman eksternal dan
kelemahan internal. Lingkungan internal meliputi kekuatan (strengths) yaitu situasi dan
kemampuan internal yang bersifat positif yang memungkinkan organisasi memenuhi
keuntungan strategik dalam mencapai visi dan misi. Kelemahan internal (weaknesses)
adalah situasi dan faktor-faktor luar organisasi yang bersifat negatif, yang
menghambat organisasi mencapai atau mampu melampaui pencapaian visi dan misi.
Lingkungan eksternal meliputi peluang (opportunities) adalah situasi dan
faktor luar organisasi yang bersifat positif, yang membantu organisasi mencapai
atau mampu melampaui pencapaian visi dan misi. Tantangan/ancaman (threats)
adalah faktor luar organisasi yang bersifat negatif yang dapat mengakibatkan
organisasi gagal dalam mencapai visi dan misi.[7]
Komponen dalam rencana strategis terdiri dari visi, misi, tujuan,
sasaran, dan strategi (cara mencapai sasaran dan tujuan). Rencana strategi
meliputi penetapan tujuan, sasaran dan strategis organisasi yang berisi
kebijakan, program, dan kegiatan. Setiap organisasi harus memiliki Faktor Kunci
Keberhasilan (FKK), kemudian dari masing-masing FKK dirinci menjadi beberapa
tujuan, dan tiap-tiap tujuan dirinci menjadi beberapa sasaran, dan
masing-masing sasaran memiliki beberapa strategik yang dituangkan dalam
kebijakan program dan kegiatan.[8]
Perumusan visi misi organisasi harus dilakukan secara cermat dengan
memperhatikan karakteristik perumusan visi misi tersebut. Visi merupakan sudut
pandang ke masa depan organisasi dalam mewujudkan tujuan strategis organisasi
yang berpengaruh langsung pada misinya sekarang, dan masa yang akan datang. Misi
organisasi merupakan keseluruhan tugas pokok yang dijabarkan, berupa kegiatan
apa yang sedang atau segera dilaksanakan untuk suatu organisasi.[9]
1.
Tujuan
Organisasi (Goals)
Tujuan tidak harus merupakan target yang bersifat kuantitatif.
Pencapaian tujuan merupakan ukuran dari keberhasilan kinerja faktor-faktor
kunci kerberhasilan suatu organisasi. Tujuan menegaskan tentang apa (what)
yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when).
Pencapaian tujuan menjadi tolok ukur untuk mengukur kinerja
organisasi. Kriteria tujuan adalah no PAIN no GAIN; PAIN (Profitable,
Achievable, Important, and Numerical), GAIN (Goals are improvement
number). Tujuan organisasi pada dasarnya untuk jangka panjang, diselesaikan
selama waktu tertentu, dan akan mengarahkan kinerja harian organisasi (drive
day-to-day performance).
Kriteria tujuan yaitu:
a.
Tujuan
harus serasi dan mengklarifikasi visi, misi, dan nilai-nilai organisasi.
b.
Pencapaian
tujuan berkontribusi memenuhi misi dan program organisasi.
c.
Tujuan
menjangkau hasil.-hasil penilaian lingkungan internal maupun eksternal yang
diprioritaskan dan mungkin dikembangkan.
d.
Tujuan
secara esensial tidak berubah kecuali terjadi pergeseran lingkungan.
e.
Relatif
berjangka panjang, disesuaikan dengan tingkat organisasi, kondisi, posisi, dan
lokasi.
f.
Menggambarkan
hasil program yang diinginkan
g.
Menggambarkan
arah yang jelas
h.
Menantang
namun realistik dan dapat dicapai.
Perumusan tujuan:
a.
Kegiatan
yang dilakukan dalam mencapai tujuan merupakan penjabaran dari misi, tujuan
menjadi benchmark untuk pengukuran kinerja.
b.
Menyatakan
kegiatan khusus apa (what) dan kapan (when)
2.
Sasaran
Organisasi (Objective)
Sasaran fokusnya pada action, yaitu
kegiatan yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur, dan dapat diwujudkan
dalam SMART (specific, measurable, aggressive and attainable,
result-oriented, time bound). Sasaran mengungkapkan tugas-tugas spesifik
yang harus dilaksanakan dalam jangka pendek yang memungkinkan organisasi
berhasil.
Ciri-ciri sasaran yang SMART yaitu:
a.
Specific, harus terinci karena merupakan panduan untuk kelompok organisasi yang
bersangkutan.
b.
Measurable / dapat diukur, sasaran tersebut merupakan standar yang dapat dipakai untuk
mengukur kemajuan organisasi. Dimensi dapat diukur antara lain dimensi
kuantitas, kualitas, waktu, tempat, anggaran.
c.
Aggressive and attainable, harus menantang dan dapat diwujudkan.
d.
Result-oriented, menspesifikasikan hasil yang ingin dicapai.
e.
Time bound, menspesifikasikan suatu kerangka waktu yang relatif singkat, dari harian
sampai tahunan.
Proses perumusan sasaran yaitu:
a.
Review misi dan
tujuan
b.
Tetapkan hasil yang diinginkan
c.
Tetapkan suatu kerangka waktu bagi pencapaian hasil
d.
Membangun akuntabilitas
3.
Strategi Organisasi (Corporate strategies)
Strategi organisasi merupakan suatu pernyataan
mengenai arah dan tindakan yang diinginkan organisasi di waktu yang akan
datang, meliputi: kebijakan, program, dan kegiatan manajemen untuk melaksanakan
misi.
Perumusan strategi:
a.
Para manajer, penyelia, dan anggota staf kunci, harus menentukan bagaimana
menentukan hasil yang diinginkan.
b.
Biaya, keuntungan, konsekuensi yang mungkin timbul dari berbagai alternatif
tindakan harus dievaluasi.
Kebijakan organisasi, merupakan kumpulan
keputusan-keputusan:
a.
Menentukan secara teliti bagaimana strategi akan dilaksanakan
b.
Mengatur suatu mekanisme lanjutan
c.
Menciptakan kebijakan di mana setiap pejabat dan pelaksana di organisasi
mengetahui apakah memperoleh dukungan untuk bekerja dan mengimplementasikan
keputusan.
Program operasional organisasi merupakan:
a.
Upaya untuk implementasi strategi organisasi
b.
Proses penentuan jumlah dan jenis sumber daya yang diperlukan
c.
Penjabaran ril tentang langkah-langkah yang diambil untuk menjabarkan
kebijakan
d.
Jangka panjang dan menengah atau bersifat tahunan saja
e.
Tidak terlepas dari kebijakan yang telah ditetapkan
f.
Didasarkan pada perumusan visi, misi, tujuan, sasaran dan kebijakan.
B.
Analisis
Rencana dan Program Strategis STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
1.
Visi Dan Misi Sekolah Tinggi Agama Islam Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
The responsibility for building a shared vision
is often ascribed to the principal. If vision may be not only a dream of what
the institution could be like in the future, but also related to a wider
aspiration of what the community or society could be, then the creation of a
shared vision may relate to the leader’s task to bequeath a legacy.[10]
Tanggung jawab untuk membangun sebuah
visi sering dianggap berasal dari pemimpin. Visi tidak hanya sekedar impian
bagi institusi yang disukai pada masa mendatang, tetapi juga berkaitan dengan
sebuah aspirasi yang lebih luas dari komunitas atau masyarakat, kemudian
menciptakan sebuah visi mungkin berhubungan dengan tugas pemimpin untuk
meninggalkan sebuah warisan.
Seorang pemimpin harus memberikan pencerahan bagi anggota yang
dipimpinnya. Sebagaimana kedatangan Rasulullah Saw, sebagai rahmat umat
manusia, bahkan juga bagi hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya. Rasulullah
membawa ajaran tentang persamaan, persatuan dan kemuliaan umat manusia,
bagaimana tata cara hubungan sesama manusia, pemeluk agama dan antar agama.
Beliau membawa visi untuk mengajarkan tentang persaudaraan, perdamaian,
keadilan, tolong menolong, tata hidup berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat,
dan sebagainya.[11]
a. Visi
Visi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
adalah:
“Menjadikan STAI Mau’izhah Tanjung Jabung
Barat sebagai pusat kajian pendidikan dan dunia usaha yang memiliki keunggulan
kompetitif dalam mewujudkan sumber daya manusia muslim yang memiliki kematangan
intelektual, kreatif, inovatif dan dinamis.”
b. Misi
Misi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
adalah:
1) Menyediakan pendidikan dan penelitian
yang mendukung pembangunan nasional serta pengabdian kepada masyarakat yang
selaras dengan falsafah sekolah tinggi.
2) Menyiapkan wadah ekspresi kreatifitas
keilmuan dan eksperimen dengan penemuan dibidang perekonomian Islam dan
pendidikan secara sistematis, konstruktif dan kompetitif.
3) Membentuk profil lulusan yang menguasai
kompetensi keilmuan dan keterampilan dibidang perekonomian Islam dan pendidikan
secara profesional.
4) Mengembangkan dan melestarikan temuan
kajian ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengoptimalkan pendayagunaan
sumber daya yang ada.
2. Analisis SWOT Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
a.
Matriks Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI) Internal Factor
Analysis Summary (IFAS)
NO
|
Faktor Internal Strategik
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
(3×4)
|
Kesimpulan (Prioritas)
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
2
|
Kekuatan:
1.
Telah
memiliki 24 dosen tetap
yayasan yang berkualifikasi
2.
Telah
melaksanakan wisuda I
3.
Lahan milik
yayasan dan berada pada jalan lintas
4.
Memfasilitasi
beasiswa
5.
Prodi yang
dibuka sesuai peluang kerja masyarakat
6.
Menambah
prodi baru: PGRA dan Akuntansi Syariah pada tahun 2015
Kelemahan :
1.
Dana yang
masuk masih kecil
2.
Jumlah
mahasiswa menurun
3.
Fasilitas internet yang belum lengkap
4.
Sikap
pemimpin yang terlalu keras
5.
Staf
administrasi yang tidak bisa stand-by di kampus dalam satu minggu penuh,
hanya 4 hari kerja
6.
Letaknya
sangat jauh dari jangkauan kota Jambi
7.
telah Akreditasi BAN-PT
|
10
7
8
8
10
10
7
10
7
10
8
5
|
4
2
2
3
4
4
2
3
3
4
4
2
|
40
14
16
24
40
40
14
30
21
40
32
10
|
Kekuatan :
1. STAI Mau’izhah memiliki kekuatan besar dengan prodi yang sesuai
tuntutan kebutuhan dunia kerja masyarakat
2. Letaknya strategis dan milik sendiri
3. Prodi baru yang berpotensi dan dosen tetap yang berkompeten
Kelemahan :
1. pemimpin belum melakukan gebrakan untuk meningkatkan minat mahasiswa
2. Letak jauh dengan fasilitas minim dan akreditasi tidak memikat
pelanggan
3. Kekurangan dana mengakibatkan operasional terhambat
|
3
|
Jumlah
|
100
|
Keterangan :
-
Kolom 2 isilah faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan
-
Kolom 3 beri bobot pada masing-masing faktor berdasarkan dampak yang
mungkin ditimbulkannya pada keberhasilan organisasi masa kini dan masa depan.
Keseluruhan bobot berjumlah 100
-
Kolom 4 tentukan rating bagi setiap faktor mulai dari 4 (sangat
menonjol = out standing) sampai 1 (paling tidak menonjol), berdasarkan
respon organisasi terhadap faktor tersebut.
Sangat Menonjol Tidak Paling
Tidak Menonjol Menonjol Menonjol
-
Kolom 5 tentukan skor dengan mengalikan bobot dan rating
-
Kolom 6 buatlah kesimpulan dengan memberikan urutan prioritas pada kekuatan
maupun kelemahan
b.
Matriks Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (KAFE) External Factor
Analysis Summary (EFAS)
NO
|
Faktor Eksternal Strategik
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
(3×4)
|
Kesimpulan (Prioritas)
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
2
|
Peluang:
1.
Berada pada
kawasan industri yaitu 13 perusahaan dan perkebunan sawit warga
2.
Terdapat 8
SMA, 4 SMK, 60 PAUD dan baru ada 1 STAI di Tungkal Ulu
3.
Mendapat
bantuan perpustakaan dari perusahaan sekitar pada tahun 2015
4.
Wakil Bupati
Tanjab Barat menjadi dosen
5.
Menerbitkan
jurnal regional yang telah memiliki ISSN
6.
Syiar
ramadhan
Ancaman :
1.
Di Kab.
Tanjab Barat ada 3 STAI
2.
Kepercayaan
masyarakat menurun karena belum adanya lulusan yang menjadi figur besar di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan
3.
Terlalu banyak
biaya tambahan untuk biaya operasional perkuliahan sehingga mahasiswa
terbebani
4.
Banyak
mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sehingga tidak dapat memaksimalkan
prestasi akademik
5.
Sulitnya
akses mahasiswa yang ingin mendapatkan referensi
|
10
10
15
15
5
10
15
5
10
5
|
3
4
4
3
2
3
1
2
2
3
|
30
40
60
45
10
30
15
10
20
15
|
1.
Peluang STAI
untuk bertahan sangat besar karena banyak instansi pendidikan dan STAI
mendapat bantuan dari perusahaan setempat
2.
Keterlibatan
wakil bupati meningkatkan kepercayaan masyarakat
1. Jika STAI tidak mampu mencetak prestasi maka tidak mampu bersaing
dengan STAI yang lain
2. Masyarakat tidak tertarik kepada STAI karena sulitnya akses dengan fasilitas dan belum adanya lulusan yang menjadi tokoh besar
|
3
|
Jumlah
|
100
|
Catatan
-
Kolom 2 isilah faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan
-
Kolom 3 beri bobot pada masing-masing faktor berdasarkan dampak yang
mungkin ditimbulkannya pada keberhasilan organisasi masa kini dan masa depan.
Keseluruhan bobot berjumlah 100
-
Kolom 4 tentukan rating bagi setiap faktor mulai dari 4 (sangat
menonjol = out standing) sampai 1 (paling tidak menonjol), berdasarkan
respon organisasi terhadap faktor tersebut. Pemberian nilai rating untuk faktor
peluang bersifat positif, makin besar +4 tetapi jika peluangnya kecil diberi
rating +1. Pemberian rating ancaman diberi bobot sebaliknya. Jika ancaman
sangat besar ratingnya 1 tetapi jika ancamannya sedikit ratingnya 4.
Sangat Menonjol Tidak Paling Tidak
Menonjol Menonjol Menonjol
-
Kolom 5 tentukan skor dengan mengalikan bobot dan rating
-
Kolom 6 buatlah kesimpulan dengan memberikan urutan prioritas pada kekuatan
maupun kelemahan
c. Tahap Analisis Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
EFAS
|
STRENGTHS (S)
|
WEAKNESSES (W)
|
OPPORTUNITIES (O)
|
STRATEGI
SO
|
STRATEGI
WO
|
TREATHS (T)
|
STRATEGI
ST
|
STRATEGI
WT
|
Keterangan :
-
Dalam sel oppotunities (O), buatlah 5 sampai 10 peluang
eksternal yang dihadapi
-
Dalam sel treats (T), buatlah 5 sampai 10 ancaman eksternal
yang dihadapi
-
Dalam sel strengths (S), buatlah 5 sampai 10 kekuatan yang
dimiliki oleh instansi
-
Dalam sel weaknesses (W), buatlah 5 sampai 10 kelemaham yang
dimiliki oleh instansi
-
Buatlah kemungkinan strategis dari instansi berdasarkan pertimbangan
kombinasi empat set faktor strategis
IFAS
EFAS
|
STRENGTHS (S):
1.
Telah
memiliki 24 dosen tetap
yayasan yang berkualifikasi
2.
Telah melaksanakan
wisuda I
3.
Lahan milik
yayasan dan berada pada jalan lintas
4.
Memfasilitasi
beasiswa
5.
Prodi yang
dibuka sesuai peluang kerja masyarakat
6.
Menambah
prodi baru: PGRA dan Akuntansi Syariah pada tahun 2015
|
WEAKNESSES (W):
1.
Dana yang
masuk masih kecil
2.
Jumlah
mahasiswa menurun
3.
Fasilitas internet yang belum lengkap
4.
Sikap
pemimpin yang terlalu keras
5.
Staf
administrasi yang tidak bisa stand-by
di kampus dalam satu minggu penuh, hanya 5 hari kerja
6.
Letaknya
sangat jauh dari jangkauan kota Jambi
7.
Akreditasi belum memikat mahasiswa
|
OPPORTUNITIES (O):
1.
Berada pada
kawasan industri yaitu 13 perusahaan dan perkebunan sawit warga
2.
Terdapat 8
SMA, 4 SMK, 60 PAUD dan baru ada 1 STAI di Tungkal Ulu
3.
Mendapat
bantuan perpustakaan dari perusahaan sekitar pada tahun 2015
4.
Wakil Bupati
Tanjab Barat menjadi dosen
5.
Menerbitkan
jurnal regional yang memiliki ISSN, 3.vol
6.
Syiar
ramadhan
|
STRATEGI SO
1.
Kesejahteraan
dosen ditingkatkan dengan bantuan perusahaan
2.
Eksistensi
STAI diakui, adanya
lulusan yang dibutuhkan instansi dan penerbitan
jurnal
3.
Beasiswa
pemikat minat mahasiswa dan bantuan perpustakaan
4.
Prodi baru belum ada pada
STAI lain
5.
Meningkatkan
budaya religi dg syiar ramadhan
6.
Peluang
menjadi STAIN
|
STRATEGI WO
1.
Mengajukan
proposal kepada perusahaan
2.
Sosialisasi
kelebihan STAI ke sekolah
3.
Melengkapi
kebutuhan buku untuk mengurangi penggunaan internet
4.
Wabup
mengingatkan ketua agar memimpin seperti Rasulullah
5.
Jurnal
membantu meningkatkan akreditasi
6.
Merekrut staf
baru
|
TREATHS (T) :
1.
Di Kab.
Tanjab Barat ada 3 STAI
2.
Kepercayaan masyarakat
menurun karena hubungan pemimpin yang kurang harmonis
3.
Banyak biaya
tambahan untuk operasional perkuliahan sehingga mahasiswa terbebani
4.
Banyak mahasiswa
yang kuliah sambil bekerja, tidak dapat mengoptimal kan prestasi akademik
5.
Sulitnya
akses mahasiswa yang ingin mendapatkan referensi
|
STRATEGI ST
1.
Dosen
menciptakan pembelajaran yang produktif dan kreatif bagi mahasiswa
2.
Mempromosikan
program baru yang lulusannya siap kerja dan keberadaan STAI yang strategis
pada kawasan industry dan jalan lintas
3.
Anak yang
tidak mampu akan dibantu beasiswa
4.
Meningkatkan
pengetahuan dan menambah mata kuliah sesuai kebutuhan dunia kerja
5.
Memfasilitasi
referensi melalui dosen
|
STRATEGI WT
1.
Kompensasi
tidak lancar, jarak tempuh jauh, memicu dosen tetap pindah ke STAI lain
2.
Mahasiswa
sulit menyelesaikan urusan administrasi karena kekosongan akademik
3.
Mahasiswa
tidak mau mendaftar dan terjadi kekosongan pada salah satu jurusan
4.
Lulusan tidak
memiliki mutu akademik serta kreativitas dan sikap produktif, sehingga sulit
diterima kerja di sekolah atau perusahaan dan tidak mampu menciptakan
lapangan kerja
|
Hasil analisis terhadap lingkungan internal
dan lingkungan eksternal STAI Mau’izhah
Tanjung Jabung Barat menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menciptakan
sumber daya manusia muslim dengan kematangan intelektual, kreatif, inovtaif,
dan dinamis, tidak dapat diwujudkan secara serta merta. Karena masih
ditemukannya beberapa hambatan dari pelaksanaannya.
Pembentukan lulusan
yang menguasai kompetensi keilmuan dan keterampilan dibidang perekonomian Islam
dan pendidikan secara professional terhambat karena pola pikir mahasiswa yang
belum berkembang, terkekang oleh budaya kampung yang menyatakan kuliah tidak
perlu berprestasi yang penting lulus. Keinginan yang menuntut biaya pendidikan
murah, sehingga fasilitas kampus belum lengkap. Letaknya yang jauh, membuat
para pengajar sulit menjangkau karena sebagian besar mereka berasal dari luar
wilayah Tungkal Ulu dan membutuhkan biaya transportasi yang tinggi. Hal
tersebut tidak seimbang dengan salary yang diterima. Kurang harmonisnya
hubungan pemimpin dengan mahasiswa dan staf lainnya karena sikap emosional
pemimpin yang sering terpancing marah.
Dalam rangka
mendidik lulusan yang bermutu dibutuhkan pula pengajar yang bermutu. STAI Mau’izhah
telah memiliki 24 dosen tetap yang memenuhi kompetensi mengajar, memiliki
pengalaman pada bidang perguruan tinggi. Namun pada sudut mahasiswa, belum
ditemukan mahasiswa yang memiliki kemampuan khusus pada bidang akademik dan
sebagian dari mereka tidak fokus pada perkuliahan karena mereka bekerja. Hal
ini menyebabkan tidak optimalnya program pembelajaran yang telah disusun untuk
mengembangkan keilmuan dan keterampilan.
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah
Tanjung Jabung Barat telah menyediakan proses pendidikan dan
penelitian. Hal ini telah terbukti dengan adanya mahasiswa yang membuat karya
ilmiah dan dituangkan pada sebuah skripsi, sebagai salah satu syarat kelulusan
untuk mendapatkan gelar S1. STAI Mau’izhah juga telah menerbitkan
sebanyak 3 volume jurnal regional. Jurnal tersebut meliuti Jurnal Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan
Keagamaan “Mau’izhah Akademika” ISSN 2252-5785. Jurnal ini menjadi wadah untuk
menampung karya para dosen STAI yang hasil tulisannya mendukung pembangunan
pendidikan maupun sosial dan keagamaan. Syiar ramadhan dapat dijadikan sebagai
perantara bagi pihak kampus untuk membangun dan meningkatkan budaya religi.
Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat
diketahui bahwa ancaman terbesar bagi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
Mau’izhah Tanjung Jabung Barat adalah : pertama, akan kehilangan
sebagian besar dosen tetap yang telah berjasa mempertahankan keberadaan STAI. Jika dosen tetap tidak ada maka Dirjen Pendidikan Agama dan Kopertais
dapat menghentikan izin operasionalnya.
Kedua,
sebagai pemimpin, ketua STAI telah memenuhi kualifikasi baik dari keilmuan,
pengalaman pengabdian masyarakat, dan hasil penelitian. Tetapi jika sikap
emosionalnya tidak terkendali, maka akan membuat minat mahasiswa menurun.
Mereka akan merasa selalu takut dan tidak dihargai. Inilah menjadi bahan
perbincangan negatif di tengah-tengah masyarakat, menghilangkan mengingat bahwa
STAI ini baru berdiri 5 Tahun, seharusnya dari pemimpin bekerjasama dengan para
pengelola dan dosen untuk terus memunculkan ide-ide baru berorientasi pada
perkembangan sikap kreatif dan produktif mahasiswa.
Ketika masyarakat mendengar cerita positif mengenai sepak terjang
STAI dari para lulusan, maka mereka akan bergabung dengan antusias. Tetapi jika
cerita yang dibawa oleh para lulusan merupakan cerita negatif, maka STAI akan
kehilangan kesempatan untuk memperoleh mahasiswa dari lingkungan terdekat.
Sehingga akan terjadi kekosongan mahasiswa pada suatu jurusan.
Oleh karena itu STAI Mau’izhah harus memaksimalkan kelebihan yang
dimiliki dan peluang yang ada. Ketua STAI harus membangun jaringan dengan
beberapa perusahaan dan sekolah-sekolah yang ada di sekitar Tungkal Ulu. Pada
tahun sebelumnya, Prodi yang ada adalah Ekonomi Syariah dan Manajemen
Pendidikan Islam didirikan karena sedang dibutuhkannya pengelola pendidikan dan
lulusan yang berkompeten pada bidang ekonomi.
Saat ini sedang dibuka prodi baru yaitu PGRA (Pendidikan Guru
Raudhatul Athfal) dan Akuntansi Syariah karena banyak sekolah PAUD yang belum
memiliki guru berkualifikasi pada bidang pengajaran pendidikan anak usia dini.
Ketua STAI beserta wakil menangkap peluang tersebut dan mendirikan prodi baru.
Kemudian dibutuhkan jaringan dengan kawasan industri karena mereka juga sedang membutuhkan tenaga kerja
yang memiliki kemampuan akuntansi. Hubungan ini dapat diwarnai dengan ikatan
saling menguntungkan, dimana STAI mendapat bantuan dana dan mereka mendapatkan
tenaga kerja yang terampil.
Keberadaan Jurnal kampus yang telah mimiliki
ISSBN seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menerbitkan karya-karya ilmiah dari
dosen maupun mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam membaca fenomena di
lingkungannya. Dengan bergabungnya wakil Bupati menjadi dosen juga menjadi
suatu daya tarik tersendiri, bahwa STAI tersebut juga dilirik oleh pejabat
pemerintahan dalam kancah politik.
Minat mahasiswa dapat ditingkatkan lagi, baik
bagi mereka yang telah tergabung untuk menyelesaikan studi maupun bagi mereka
yang baru mau melanjutkan studi, dengan melihat jaminan yang akan mereka
peroleh setelah mereka lulus dari STAI. Mereka dapat diterima bekerja di
beberapa perusahaan yang telah terhubung dengan STAI sebelumnya atau bekerja di
lembaga pendidikan yang ada. Disamping itu mereka dapat menciptakan lapangan
pekerjaan, baik membangun lembaga pendidikan sendiri dengan keilmuan yang
mereka peroleh ketika belajar mengenai dunia pendidikan atau membuka sebuah
tempat usaha dengan ilmu ekonomi dan akuntasimya.
BAB III
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal
dan eksternal, STAI Mau’izhah memiliki peluang yang besar untuk berkembang.
Dengan melihat bahwa baru ada 1 STAI di Tungkal Ulu sedangkan untuk menjangkau
STAI yang lain butuh waktu sekitar 4-5 jam. STAI juga berada pada kawasan
industri, lembaga pendidikan yang potensial, Prodi yang berbasis kebutuhan
masyarakat. Oleh karena itu pemimpin harus bekerja sama dengan anggota kampus
untuk mengeliminir kelemahan dan ancaman yang ada.
Pemimpin harus menjadikan dirinya bukan
ditakuti tapi disegani, dikasihi, berjiwa besar, dan ditaati. Allah berfirman :
$oYù=yèy_ur öNåk÷]ÏB
Zp£Jͬr& crßöku
$tRÍöDr'Î/ $£Js9 (#rçy9|¹ ( (#qçR%2ur
$uZÏG»t$t«Î/ tbqãZÏ%qã
ÇËÍÈ
Artinya : “Dan Kami jadikan di antara mereka itu
pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka
sabar (menegakkan kebenaran) dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.”
Ketua STAI sebagai seorang pemimpin seharusnya
menciptakan hubungan baik dengan seluruh anggota kampus, baik dosen, staf, dan
mahasiswa. Dengan demikian
seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan optimal dan pencapaian visi dan misi
terlaksana, tidak hanya sekedar menjadi mimpi. Pemimpin harus menjadi penunjuk
arah dan pengambil keputusan yang sangat bijak.
DAFTAR PUSTAKA
Akdon. Strategic Management for Educational
Management. Bandung : Alfabeta, 2011.
Badagia,
Kishan. Computerized Maintenance Management System Made Easy: How
to Evaluate, Select, and Manage CMMS. United of America: McGraw, 2006.
Bush, Tony et.al, The principles and Practice of
Educational Management. London: Paul Chapman Publishing, 2002.
Departemen Agama RI. Al Qur’an
dan Terjemahnya. Bandung: Jumanatul Ali-Art,
2007.
Fauzi, Imron. Manajemen
Pendidikan Ala Rasulullah. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2012.
Purwanto, Ngalim. Administrasi dan
Supervisi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001.
Samsudin, Sadili. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:
Pustaka Setia, 2006.
Suryosubroto. Manajemen Pendidikan di
Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta, 2010.
Tim Pakar Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Malang. Manajemen Pendidikan. Surabaya : Universitas Negeri Malang, 2003.
Jurnal
Internasional:
Myroslava
Hladchenko, Swot Analysis As The First Stage Of The Process Of The Strategic
Management Of The European Higher Education Institutions, (Jurnal :
ProQuest document link, 28 April 2015 22:03)
[1]Ngalim purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung :
Remaja Rosdakarya, 2001), hal. 16.
[2]Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta : Rineka
Cipta, 2010), hal. 22
[4]Kishan Badagia, Computerized
Maintenance Management System Made Easy: How to Evaluate, Select, and Manage
CMMS, (United of America: McGraw, 2006), hal.1.
[6]Myroslava Hladchenko, Swot Analysis As The First Stage Of The Process Of
The Strategic Management Of The European Higher Education Institutions,
(Jurnal : ProQuest document link, 28 April 2015 22:03)
[7]Akdon, Strategic Management for Educational Management, (Bandung :
Alfabeta, 2011), hal. 111-112.
[9]Tim
Pakar Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang, Manajemen Pendidikan, (Surabaya
: Universitas Negeri Malang, 2003), hal. 19.
[10]Tony Bush et.al, The principles and Practice of Educational Management, (London:
Paul Chapman Publishing, 2002), hal. 89.
[11]Imron
Fauzi, Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah, (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media,
2012), hal. 95.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar