Jumat, 16 Oktober 2015

TUGAS

ANALISIS RENCANA DAN PROGRAM STRATEGIS UNGGULAN
STAI TANJUNG JABUNG BARAT


Diajukan Pada Mata Kuliah
Manajemen Strategik Kependidikan Islam




Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM
Dr. Maisah, M.Pd.


Disusun oleh:
Sodiah



PASCASARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
IAIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2015


DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang...................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 2
A.    Konsep Analisis Rencana Strategis...................................................... 2
B.     Analisis Rencana dan Program Strategis STAI Mau’izhah
Tanjung Jabung Barat........................................................................... 9
BAB III PENUTUP............................................................................................ 18
DAFTARA PUSTAKA
















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manajemen yang diterapkan di lingkungan internal sistem Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) barulah sebagian dari tanggung jawab pimpinan atau ketua sebagai seorang manajer. Seluruh pengelola pendidikan seperti ketua STAI, wakil ketua, Dirjen Pendidikan Islam, menteri pendidikan, dan para pengambil kebijakan pendidikan Islam harus dapat mengamati dan merespon kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi oleh institusi.
Pimpinan STAI seharusnya memahami lingkungan internal dengan baik demikian pula lingkungan eksternalnya. Pimpinan STAI yang ingin mempertahankan eksistensi institusi yang dipimpin, mengetahui potensi lingkungan sekitar, persaingan, dan para pengguna lulusan. Faktor besar lainnya yang turut mempengaruhinya adalah keadaan sosial lingkungan sekitar institusi, politik, keamanan, dan perkembangan teknologi.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan secara terus menerus, pemimpin dapat mengidentifikasi peluang dan kemampuan institusi. Sehingga pimpinan beserta pengurus lainnya dapat menentukan rencana dan program strategis secara sempurna. Oleh karena itu makalah ini akan membahas mengenai “Analisis Rencana Dan Program Strategis Unggulan STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat”.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana konsep analisis rencana strategis?
2.      Bagaimana rencana dan program strategis unggulan STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat?





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsep Analisis Rencana Strategis
Perencanaan merupakan fungsi dari seorang manajer yang berkaitan dengan pemilihan tujuan, kebijaksanaan, prosedur, dan program-program. Perencanaan adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan.[1] Dalam proses perencanaan, terdapat beberapa tahap yaitu
1.      Identifikasi masalah
2.      Perumusan masalah
3.      Penetapan tujuan
4.      Identifikasi alternatif
5.      Pemilihan alternatif
6.      Elaborasi alternatif[2]
Perencanaan (planning) adalah suatu proses untuk menentukan rencana atau program kegiatan.[3] Perencanaan berkaitan dengan tujuan dan membantu mengetahui apa yang harus dilakukan. Menurut Kishan Badagia, plan is ensure resources are available (material, labor, tools, equipment, an so forth). The planning step can take many forms. For example, the maintenance supervisor can give verbal orders to crafts people, and if a plannner is used, he/she will prepare a work order.[4] Perencanaan bertujuan untuk memastikan seluruh sumber daya tersedia baik material, tenaga kerja, alat-alat /sarana prasarana, dan lainnya. Langkahnya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Seperti, supervisor memberikan perintah secara lisan kepada orang ahli, jika seorang planner digunakan maka ia akan mempersiapkan perintah kerja tersebut.
Sebagaimana firman Allah SWT, yang menyeru manusia untuk merencanakan apa yang ingin dilakukannya, yaitu:
* öqs9ur (#rߊ#ur& ylrããø9$# (#rtãV{ ¼ã&s! Zo£ãã `Å3»s9ur on̍Ÿ2 ª!$# öNßgrO$yèÎ7/R$# öNßgsܬ7sVsù Ÿ@ŠÏ%ur (#rßãèø%$# yìtB šúïÏÏè»s)ø9$# ÇÍÏÈ  
Artinya: “Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Allah melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (Q.S. At-Taubah : 46)[5]
Para perencana program merumuskan visi misi organisasi, pembuatan profil organisasi, mengenali peluang dan ancaman eksternal, menganalisis alternatif strategi, dan menetapkan sasaran jangka panjang. Untuk menganalisis peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan maka digunakan teknik analisis SWOT.
SWOT analysis is the first stage in the process of strategic management it involves the assessment of the Strengths and Weaknesses of the organization in light of the Opportunities and Treats in its environment that seeks to attain a match, or fit, between internal capabilities and external possibilities.[6] A strength is a resource that the organization can use effectively to achieve its objectives. A weakness is a limitation, fault, or defect in the organization that will keep it from achieving its objectives. An opportunity is any favorable situation in the organization's environment. A threat is any unfavorable situation in the organization's environment that is potentially damaging to its strategy.
Analisis situasi merupakan awal proses dalam merumuskan strategi. Manajer harus menemukan kesesuaian strategis antara peluang-peluang eksternal dan kekuatan-kekuatan internal, disamping memperhatikan ancaman eksternal dan kelemahan internal. Lingkungan internal meliputi kekuatan (strengths) yaitu situasi dan kemampuan internal yang bersifat positif yang memungkinkan organisasi memenuhi keuntungan strategik dalam mencapai visi dan misi. Kelemahan internal (weaknesses) adalah situasi dan faktor-faktor luar organisasi yang bersifat negatif, yang menghambat organisasi mencapai atau mampu melampaui pencapaian visi dan misi. Lingkungan eksternal meliputi peluang (opportunities) adalah situasi dan faktor luar organisasi yang bersifat positif, yang membantu organisasi mencapai atau mampu melampaui pencapaian visi dan misi. Tantangan/ancaman (threats) adalah faktor luar organisasi yang bersifat negatif yang dapat mengakibatkan organisasi gagal dalam mencapai visi dan misi.[7]
Komponen dalam rencana strategis terdiri dari visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi (cara mencapai sasaran dan tujuan). Rencana strategi meliputi penetapan tujuan, sasaran dan strategis organisasi yang berisi kebijakan, program, dan kegiatan. Setiap organisasi harus memiliki Faktor Kunci Keberhasilan (FKK), kemudian dari masing-masing FKK dirinci menjadi beberapa tujuan, dan tiap-tiap tujuan dirinci menjadi beberapa sasaran, dan masing-masing sasaran memiliki beberapa strategik yang dituangkan dalam kebijakan program dan kegiatan.[8]  
Perumusan visi misi organisasi harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan karakteristik perumusan visi misi tersebut. Visi merupakan sudut pandang ke masa depan organisasi dalam mewujudkan tujuan strategis organisasi yang berpengaruh langsung pada misinya sekarang, dan masa yang akan datang. Misi organisasi merupakan keseluruhan tugas pokok yang dijabarkan, berupa kegiatan apa yang sedang atau segera dilaksanakan untuk suatu organisasi.[9]


1.      Tujuan Organisasi (Goals)
Tujuan tidak harus merupakan target yang bersifat kuantitatif. Pencapaian tujuan merupakan ukuran dari keberhasilan kinerja faktor-faktor kunci kerberhasilan suatu organisasi. Tujuan menegaskan tentang apa (what) yang secara khusus harus dicapai dan kapan (when).
Pencapaian tujuan menjadi tolok ukur untuk mengukur kinerja organisasi. Kriteria tujuan adalah no PAIN no GAIN; PAIN (Profitable, Achievable, Important, and Numerical), GAIN (Goals are improvement number). Tujuan organisasi pada dasarnya untuk jangka panjang, diselesaikan selama waktu tertentu, dan akan mengarahkan kinerja harian organisasi (drive day-to-day performance).
Kriteria  tujuan yaitu:
a.       Tujuan harus serasi dan mengklarifikasi visi, misi, dan nilai-nilai organisasi.
b.      Pencapaian tujuan berkontribusi memenuhi misi dan program organisasi.
c.       Tujuan menjangkau hasil.-hasil penilaian lingkungan internal maupun eksternal yang diprioritaskan dan mungkin dikembangkan.
d.      Tujuan secara esensial tidak berubah kecuali terjadi pergeseran lingkungan.
e.       Relatif berjangka panjang, disesuaikan dengan tingkat organisasi, kondisi, posisi, dan lokasi.
f.       Menggambarkan hasil program yang diinginkan
g.      Menggambarkan arah yang jelas
h.      Menantang namun realistik dan dapat dicapai.
Perumusan tujuan:
a.       Kegiatan yang dilakukan dalam mencapai tujuan merupakan penjabaran dari misi, tujuan menjadi benchmark untuk pengukuran kinerja.
b.      Menyatakan kegiatan khusus apa (what) dan kapan (when)
2.      Sasaran Organisasi (Objective)
Sasaran fokusnya pada action, yaitu kegiatan yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur, dan dapat diwujudkan dalam SMART (specific, measurable, aggressive and attainable, result-oriented, time bound). Sasaran mengungkapkan tugas-tugas spesifik yang harus dilaksanakan dalam jangka pendek yang memungkinkan organisasi berhasil.
Ciri-ciri sasaran yang SMART yaitu:
a.       Specific, harus terinci karena merupakan panduan untuk kelompok organisasi yang bersangkutan.
b.      Measurable / dapat diukur, sasaran tersebut merupakan standar yang dapat dipakai untuk mengukur kemajuan organisasi. Dimensi dapat diukur antara lain dimensi kuantitas, kualitas, waktu, tempat, anggaran.
c.       Aggressive and attainable, harus menantang dan dapat diwujudkan.
d.      Result-oriented, menspesifikasikan hasil yang ingin dicapai.
e.       Time bound, menspesifikasikan suatu kerangka waktu yang relatif singkat, dari harian sampai tahunan.
Proses perumusan sasaran yaitu:
a.       Review misi dan tujuan
b.      Tetapkan hasil yang diinginkan
c.       Tetapkan suatu kerangka waktu bagi pencapaian hasil
d.      Membangun akuntabilitas
3.      Strategi Organisasi (Corporate strategies)
Strategi organisasi merupakan suatu pernyataan mengenai arah dan tindakan yang diinginkan organisasi di waktu yang akan datang, meliputi: kebijakan, program, dan kegiatan manajemen untuk melaksanakan misi.
Perumusan strategi:
a.       Para manajer, penyelia, dan anggota staf kunci, harus menentukan bagaimana menentukan hasil yang diinginkan.
b.      Biaya, keuntungan, konsekuensi yang mungkin timbul dari berbagai alternatif tindakan harus dievaluasi.
Kebijakan organisasi, merupakan kumpulan keputusan-keputusan:
a.       Menentukan secara teliti bagaimana strategi akan dilaksanakan
b.      Mengatur suatu mekanisme lanjutan
c.       Menciptakan kebijakan di mana setiap pejabat dan pelaksana di organisasi mengetahui apakah memperoleh dukungan untuk bekerja dan mengimplementasikan keputusan.
Program operasional organisasi merupakan:
a.       Upaya untuk implementasi strategi organisasi
b.      Proses penentuan jumlah dan jenis sumber daya yang diperlukan
c.       Penjabaran ril tentang langkah-langkah yang diambil untuk menjabarkan kebijakan
d.      Jangka panjang dan menengah atau bersifat tahunan saja
e.       Tidak terlepas dari kebijakan yang telah ditetapkan
f.       Didasarkan pada perumusan visi, misi, tujuan, sasaran dan kebijakan.

B.     Analisis Rencana dan Program Strategis STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
1.      Visi Dan Misi Sekolah Tinggi Agama Islam Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
The responsibility for building a shared vision is often ascribed to the principal. If vision may be not only a dream of what the institution could be like in the future, but also related to a wider aspiration of what the community or society could be, then the creation of a shared vision may relate to the leader’s task to bequeath a legacy.[10]
 Tanggung jawab untuk membangun sebuah visi sering dianggap berasal dari pemimpin. Visi tidak hanya sekedar impian bagi institusi yang disukai pada masa mendatang, tetapi juga berkaitan dengan sebuah aspirasi yang lebih luas dari komunitas atau masyarakat, kemudian menciptakan sebuah visi mungkin berhubungan dengan tugas pemimpin untuk meninggalkan sebuah warisan.
Seorang pemimpin harus memberikan pencerahan bagi anggota yang dipimpinnya. Sebagaimana kedatangan Rasulullah Saw, sebagai rahmat umat manusia, bahkan juga bagi hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya. Rasulullah membawa ajaran tentang persamaan, persatuan dan kemuliaan umat manusia, bagaimana tata cara hubungan sesama manusia, pemeluk agama dan antar agama. Beliau membawa visi untuk mengajarkan tentang persaudaraan, perdamaian, keadilan, tolong menolong, tata hidup berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat, dan sebagainya.[11]
a.       Visi
Visi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat adalah:
Menjadikan STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat sebagai pusat kajian pendidikan dan dunia usaha yang memiliki keunggulan kompetitif dalam mewujudkan sumber daya manusia muslim yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, inovatif dan dinamis.”
b.      Misi
Misi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat adalah:
1)      Menyediakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan nasional serta pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan falsafah sekolah tinggi.
2)   Menyiapkan wadah ekspresi kreatifitas keilmuan dan eksperimen dengan penemuan dibidang perekonomian Islam dan pendidikan secara sistematis, konstruktif dan kompetitif.
3)   Membentuk profil lulusan yang menguasai kompetensi keilmuan dan keterampilan dibidang perekonomian Islam dan pendidikan secara profesional.
4)   Mengembangkan dan melestarikan temuan kajian ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya yang ada.

2.      Analisis SWOT Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat
a.       Matriks Kesimpulan Analisis Faktor Internal (KAFI) Internal Factor Analysis Summary (IFAS)
NO
Faktor Internal Strategik
Bobot
Rating
Skor
(3×4)
Kesimpulan (Prioritas)
1
2
3
4
5
6
2
Kekuatan:
1.      Telah memiliki 24 dosen tetap yayasan yang berkualifikasi
2.      Telah melaksanakan wisuda I
3.      Lahan milik yayasan dan berada pada jalan lintas
4.      Memfasilitasi beasiswa
5.      Prodi yang dibuka sesuai peluang kerja masyarakat
6.      Menambah prodi baru: PGRA dan Akuntansi Syariah pada tahun 2015
Kelemahan :
1.      Dana yang masuk masih kecil
2.      Jumlah mahasiswa menurun
3.      Fasilitas  internet yang  belum lengkap
4.      Sikap pemimpin yang terlalu keras
5.      Staf administrasi yang tidak bisa stand-by di kampus dalam satu minggu penuh, hanya 4 hari kerja
6.      Letaknya sangat jauh dari jangkauan kota Jambi
7.      telah Akreditasi BAN-PT

10



7


8



8

10



10






7


10


7



10




8




5

4



2


2



3

4



4






2


3


3



4




4




2

40



14


16



24

40



40






14


30


21



40




32




10
Kekuatan :
1.  STAI Mau’izhah memiliki kekuatan besar dengan prodi yang sesuai tuntutan kebutuhan dunia kerja masyarakat
2.  Letaknya strategis dan milik sendiri
3.  Prodi baru yang berpotensi dan dosen tetap yang berkompeten










Kelemahan :
1.  pemimpin belum melakukan gebrakan untuk meningkatkan minat mahasiswa
2.  Letak jauh dengan fasilitas minim dan akreditasi tidak memikat pelanggan
3.  Kekurangan dana mengakibatkan operasional terhambat
3
Jumlah
100




Keterangan :
-          Kolom 2 isilah faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan
-          Kolom 3 beri bobot pada masing-masing faktor berdasarkan dampak yang mungkin ditimbulkannya pada keberhasilan organisasi masa kini dan masa depan. Keseluruhan bobot berjumlah 100
-          Kolom 4 tentukan rating bagi setiap faktor mulai dari 4 (sangat menonjol = out standing) sampai 1 (paling tidak menonjol), berdasarkan respon organisasi terhadap faktor tersebut.
4                            3                      2                      1
                       
Sangat            Menonjol                 Tidak       Paling Tidak Menonjol                                    Menonjol                                         Menonjol
-          Kolom 5 tentukan skor dengan mengalikan bobot dan rating
-          Kolom 6 buatlah kesimpulan dengan memberikan urutan prioritas pada kekuatan maupun kelemahan



b.      Matriks Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (KAFE) External Factor Analysis Summary (EFAS)
NO
Faktor Eksternal Strategik
Bobot
Rating
Skor
(3×4)
Kesimpulan (Prioritas)
1
2
3
4
5
6
2
Peluang:
1.    Berada pada kawasan industri yaitu 13 perusahaan dan perkebunan sawit warga
2.    Terdapat 8 SMA, 4 SMK, 60 PAUD dan baru ada 1 STAI di Tungkal Ulu
3.    Mendapat bantuan perpustakaan dari perusahaan sekitar pada tahun 2015
4.    Wakil Bupati Tanjab Barat menjadi dosen
5.    Menerbitkan jurnal regional yang telah memiliki ISSN
6.    Syiar ramadhan
Ancaman :
1.    Di Kab. Tanjab Barat ada 3 STAI
2.    Kepercayaan masyarakat menurun karena belum adanya lulusan yang menjadi figur besar di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan
3.    Terlalu banyak biaya tambahan untuk biaya operasional perkuliahan sehingga mahasiswa terbebani
4.    Banyak mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sehingga tidak dapat memaksimalkan prestasi akademik
5.    Sulitnya akses mahasiswa yang ingin mendapatkan referensi

10





10




15





15


5




10


15





5






10






5

3





4




4





3


2




3


1





2






2






3

30





40




60





45


10




30


15





10






20






15


1. Peluang STAI untuk bertahan sangat besar karena banyak instansi pendidikan dan STAI mendapat bantuan dari perusahaan setempat
2. Keterlibatan wakil bupati meningkatkan kepercayaan masyarakat












1.  Jika STAI tidak mampu mencetak prestasi maka tidak mampu bersaing dengan STAI yang lain
2.  Masyarakat tidak tertarik kepada STAI karena sulitnya akses dengan fasilitas dan belum adanya lulusan yang menjadi tokoh besar
3
Jumlah
100




Catatan
-          Kolom 2 isilah faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan
-          Kolom 3 beri bobot pada masing-masing faktor berdasarkan dampak yang mungkin ditimbulkannya pada keberhasilan organisasi masa kini dan masa depan. Keseluruhan bobot berjumlah 100
-          Kolom 4 tentukan rating bagi setiap faktor mulai dari 4 (sangat menonjol = out standing) sampai 1 (paling tidak menonjol), berdasarkan respon organisasi terhadap faktor tersebut. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif, makin besar +4 tetapi jika peluangnya kecil diberi rating +1. Pemberian rating ancaman diberi bobot sebaliknya. Jika ancaman sangat besar ratingnya 1 tetapi jika ancamannya sedikit ratingnya 4.
4                            3                      2                      1
                       
Sangat            Menonjol                 Tidak       Paling Tidak Menonjol                                               Menonjol                                         Menonjol
-          Kolom 5 tentukan skor dengan mengalikan bobot dan rating
-          Kolom 6 buatlah kesimpulan dengan memberikan urutan prioritas pada kekuatan maupun kelemahan


c.       Tahap Analisis Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat

                 IFAS
EFAS
STRENGTHS (S)
WEAKNESSES (W)
OPPORTUNITIES (O)
STRATEGI
SO
STRATEGI
WO
TREATHS (T)
STRATEGI
ST
STRATEGI
WT

Keterangan :
-          Dalam sel oppotunities (O), buatlah 5 sampai 10 peluang eksternal yang dihadapi
-          Dalam sel treats (T), buatlah 5 sampai 10 ancaman eksternal yang dihadapi
-          Dalam sel strengths (S), buatlah 5 sampai 10 kekuatan yang dimiliki oleh instansi
-          Dalam sel weaknesses (W), buatlah 5 sampai 10 kelemaham yang dimiliki oleh instansi
-          Buatlah kemungkinan strategis dari instansi berdasarkan pertimbangan kombinasi empat set faktor strategis









  



IFAS





EFAS
STRENGTHS (S):
1.     Telah memiliki 24 dosen tetap yayasan yang berkualifikasi
2.     Telah melaksanakan wisuda I
3.     Lahan milik yayasan dan berada pada jalan lintas
4.     Memfasilitasi beasiswa
5.     Prodi yang dibuka sesuai peluang kerja masyarakat
6.     Menambah prodi baru: PGRA dan Akuntansi Syariah pada tahun 2015
WEAKNESSES (W):
1.       Dana yang masuk masih kecil
2.       Jumlah mahasiswa menurun
3.       Fasilitas  internet yang  belum lengkap
4.       Sikap pemimpin yang terlalu keras
5.       Staf administrasi yang tidak bisa stand-by di kampus dalam satu minggu penuh, hanya 5 hari kerja
6.       Letaknya sangat jauh dari jangkauan kota Jambi
7.       Akreditasi belum memikat mahasiswa
OPPORTUNITIES (O):
1.     Berada pada kawasan industri yaitu 13 perusahaan dan perkebunan sawit warga
2.     Terdapat 8 SMA, 4 SMK, 60 PAUD dan baru ada 1 STAI di Tungkal Ulu
3.     Mendapat bantuan perpustakaan dari perusahaan sekitar pada tahun 2015
4.     Wakil Bupati Tanjab Barat menjadi dosen
5.     Menerbitkan jurnal regional yang memiliki ISSN, 3.vol
6.     Syiar ramadhan
STRATEGI SO
1.     Kesejahteraan dosen ditingkatkan dengan bantuan perusahaan
2.     Eksistensi STAI diakui, adanya lulusan yang dibutuhkan instansi dan penerbitan jurnal
3.     Beasiswa pemikat minat mahasiswa dan bantuan perpustakaan
4.     Prodi baru belum ada pada STAI lain
5.     Meningkatkan budaya religi dg syiar ramadhan
6.     Peluang menjadi STAIN
STRATEGI WO
1.  Mengajukan proposal kepada perusahaan
2.  Sosialisasi kelebihan STAI ke sekolah
3.  Melengkapi kebutuhan buku untuk mengurangi penggunaan internet
4.  Wabup mengingatkan ketua agar memimpin seperti Rasulullah
5.  Jurnal membantu meningkatkan akreditasi
6.  Merekrut staf baru
TREATHS (T) :
1.     Di Kab. Tanjab Barat ada 3 STAI
2.     Kepercayaan masyarakat menurun karena hubungan pemimpin yang kurang harmonis
3.     Banyak biaya tambahan untuk operasional perkuliahan sehingga mahasiswa terbebani
4.     Banyak mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, tidak dapat mengoptimal kan prestasi akademik
5.    Sulitnya akses mahasiswa yang ingin mendapatkan referensi
STRATEGI ST
1.     Dosen menciptakan pembelajaran yang produktif dan kreatif bagi mahasiswa
2.     Mempromosikan program baru yang lulusannya siap kerja dan keberadaan STAI yang strategis pada kawasan industry dan jalan lintas
3.     Anak yang tidak mampu akan dibantu beasiswa
4.     Meningkatkan pengetahuan dan menambah mata kuliah sesuai kebutuhan dunia kerja
5.     Memfasilitasi referensi melalui dosen
STRATEGI WT
1.  Kompensasi tidak lancar, jarak tempuh jauh, memicu dosen tetap pindah ke STAI lain
2.  Mahasiswa sulit menyelesaikan urusan administrasi karena kekosongan akademik
3.  Mahasiswa tidak mau mendaftar dan terjadi kekosongan pada salah satu jurusan
4.  Lulusan tidak memiliki mutu akademik serta kreativitas dan sikap produktif, sehingga sulit diterima kerja di sekolah atau perusahaan dan tidak mampu menciptakan lapangan kerja
Hasil analisis terhadap lingkungan internal dan lingkungan eksternal STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menciptakan sumber daya manusia muslim dengan kematangan intelektual, kreatif, inovtaif, dan dinamis, tidak dapat diwujudkan secara serta merta. Karena masih ditemukannya beberapa hambatan dari pelaksanaannya.
Pembentukan lulusan yang menguasai kompetensi keilmuan dan keterampilan dibidang perekonomian Islam dan pendidikan secara professional terhambat karena pola pikir mahasiswa yang belum berkembang, terkekang oleh budaya kampung yang menyatakan kuliah tidak perlu berprestasi yang penting lulus. Keinginan yang menuntut biaya pendidikan murah, sehingga fasilitas kampus belum lengkap. Letaknya yang jauh, membuat para pengajar sulit menjangkau karena sebagian besar mereka berasal dari luar wilayah Tungkal Ulu dan membutuhkan biaya transportasi yang tinggi. Hal tersebut tidak seimbang dengan salary yang diterima. Kurang harmonisnya hubungan pemimpin dengan mahasiswa dan staf lainnya karena sikap emosional pemimpin yang sering terpancing marah.
Dalam rangka mendidik lulusan yang bermutu dibutuhkan pula pengajar yang bermutu. STAI Mau’izhah telah memiliki 24 dosen tetap yang memenuhi kompetensi mengajar, memiliki pengalaman pada bidang perguruan tinggi. Namun pada sudut mahasiswa, belum ditemukan mahasiswa yang memiliki kemampuan khusus pada bidang akademik dan sebagian dari mereka tidak fokus pada perkuliahan karena mereka bekerja. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya program pembelajaran yang telah disusun untuk mengembangkan keilmuan dan keterampilan.
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat telah menyediakan proses pendidikan dan penelitian. Hal ini telah terbukti dengan adanya mahasiswa yang membuat karya ilmiah dan dituangkan pada sebuah skripsi, sebagai salah satu syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar S1. STAI Mau’izhah juga telah menerbitkan sebanyak 3 volume jurnal regional. Jurnal tersebut meliuti Jurnal Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Keagamaan “Mau’izhah Akademika” ISSN 2252-5785. Jurnal ini menjadi wadah untuk menampung karya para dosen STAI yang hasil tulisannya mendukung pembangunan pendidikan maupun sosial dan keagamaan. Syiar ramadhan dapat dijadikan sebagai perantara bagi pihak kampus untuk membangun dan meningkatkan budaya religi.
Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat diketahui bahwa ancaman terbesar bagi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mau’izhah Tanjung Jabung Barat adalah : pertama, akan kehilangan sebagian besar dosen tetap yang telah berjasa mempertahankan keberadaan STAI. Jika dosen tetap tidak ada maka Dirjen Pendidikan Agama dan Kopertais dapat menghentikan izin operasionalnya.
Kedua, sebagai pemimpin, ketua STAI telah memenuhi kualifikasi baik dari keilmuan, pengalaman pengabdian masyarakat, dan hasil penelitian. Tetapi jika sikap emosionalnya tidak terkendali, maka akan membuat minat mahasiswa menurun. Mereka akan merasa selalu takut dan tidak dihargai. Inilah menjadi bahan perbincangan negatif di tengah-tengah masyarakat, menghilangkan mengingat bahwa STAI ini baru berdiri 5 Tahun, seharusnya dari pemimpin bekerjasama dengan para pengelola dan dosen untuk terus memunculkan ide-ide baru berorientasi pada perkembangan sikap kreatif dan produktif mahasiswa.
Ketika masyarakat mendengar cerita positif mengenai sepak terjang STAI dari para lulusan, maka mereka akan bergabung dengan antusias. Tetapi jika cerita yang dibawa oleh para lulusan merupakan cerita negatif, maka STAI akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh mahasiswa dari lingkungan terdekat. Sehingga akan terjadi kekosongan mahasiswa pada suatu jurusan.
Oleh karena itu STAI Mau’izhah harus memaksimalkan kelebihan yang dimiliki dan peluang yang ada. Ketua STAI harus membangun jaringan dengan beberapa perusahaan dan sekolah-sekolah yang ada di sekitar Tungkal Ulu. Pada tahun sebelumnya, Prodi yang ada adalah Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam didirikan karena sedang dibutuhkannya pengelola pendidikan dan lulusan yang berkompeten pada bidang ekonomi.
Saat ini sedang dibuka prodi baru yaitu PGRA (Pendidikan Guru Raudhatul Athfal) dan Akuntansi Syariah karena banyak sekolah PAUD yang belum memiliki guru berkualifikasi pada bidang pengajaran pendidikan anak usia dini. Ketua STAI beserta wakil menangkap peluang tersebut dan mendirikan prodi baru. Kemudian dibutuhkan jaringan dengan kawasan industri karena mereka juga sedang membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan akuntansi. Hubungan ini dapat diwarnai dengan ikatan saling menguntungkan, dimana STAI mendapat bantuan dana dan mereka mendapatkan tenaga kerja yang terampil.
Keberadaan Jurnal kampus yang telah mimiliki ISSBN seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menerbitkan karya-karya ilmiah dari dosen maupun mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam membaca fenomena di lingkungannya. Dengan bergabungnya wakil Bupati menjadi dosen juga menjadi suatu daya tarik tersendiri, bahwa STAI tersebut juga dilirik oleh pejabat pemerintahan dalam kancah politik.
Minat mahasiswa dapat ditingkatkan lagi, baik bagi mereka yang telah tergabung untuk menyelesaikan studi maupun bagi mereka yang baru mau melanjutkan studi, dengan melihat jaminan yang akan mereka peroleh setelah mereka lulus dari STAI. Mereka dapat diterima bekerja di beberapa perusahaan yang telah terhubung dengan STAI sebelumnya atau bekerja di lembaga pendidikan yang ada. Disamping itu mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan, baik membangun lembaga pendidikan sendiri dengan keilmuan yang mereka peroleh ketika belajar mengenai dunia pendidikan atau membuka sebuah tempat usaha dengan ilmu ekonomi dan akuntasimya.

BAB III
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal, STAI Mau’izhah memiliki peluang yang besar untuk berkembang. Dengan melihat bahwa baru ada 1 STAI di Tungkal Ulu sedangkan untuk menjangkau STAI yang lain butuh waktu sekitar 4-5 jam. STAI juga berada pada kawasan industri, lembaga pendidikan yang potensial, Prodi yang berbasis kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu pemimpin harus bekerja sama dengan anggota kampus untuk mengeliminir kelemahan dan ancaman yang ada.
Pemimpin harus menjadikan dirinya bukan ditakuti tapi disegani, dikasihi, berjiwa besar, dan ditaati. Allah berfirman :
$oYù=yèy_ur öNåk÷]ÏB Zp£Jͬr& šcrßöku $tR͐öDr'Î/ $£Js9 (#rçŽy9|¹ ( (#qçR%Ÿ2ur $uZÏG»tƒ$t«Î/ tbqãZÏ%qムÇËÍÈ  
Artinya : “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar (menegakkan kebenaran) dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.”

Ketua STAI sebagai seorang pemimpin seharusnya menciptakan hubungan baik dengan seluruh anggota kampus, baik dosen, staf, dan mahasiswa. Dengan demikian seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan optimal dan pencapaian visi dan misi terlaksana, tidak hanya sekedar menjadi mimpi. Pemimpin harus menjadi penunjuk arah dan pengambil keputusan yang sangat bijak.







DAFTAR PUSTAKA
Akdon. Strategic Management for Educational Management. Bandung : Alfabeta, 2011.

Badagia, Kishan. Computerized Maintenance Management System Made Easy: How to Evaluate, Select, and Manage CMMS. United of America: McGraw, 2006.

Bush, Tony et.al, The principles and Practice of Educational Management. London: Paul Chapman Publishing, 2002.

Departemen Agama RI. Al Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Jumanatul Ali-Art, 2007.

Fauzi, Imron. Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2012.

Purwanto, Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001.

Samsudin, Sadili. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka Setia, 2006.

Suryosubroto. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta, 2010.

Tim Pakar Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Manajemen Pendidikan. Surabaya : Universitas Negeri Malang, 2003.

Jurnal Internasional:
Myroslava Hladchenko, Swot Analysis As The First Stage Of The Process Of The Strategic Management Of The European Higher Education Institutions, (Jurnal : ProQuest document link, 28 April 2015 22:03)




[1]Ngalim purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001), hal. 16.
[2]Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, (Jakarta : Rineka Cipta, 2010), hal. 22
[3]Sadili Samsudin, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung: Pustaka Setia, 2006), hal. 59.
[4]Kishan Badagia, Computerized Maintenance Management System Made Easy: How to Evaluate, Select, and Manage CMMS, (United of America: McGraw, 2006), hal.1.
[5]Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: Jumanatul Ali-Art, 2007), hal. 194.
[6]Myroslava Hladchenko, Swot Analysis As The First Stage Of The Process Of The Strategic Management Of The European Higher Education Institutions, (Jurnal : ProQuest document link, 28 April 2015 22:03)
[7]Akdon, Strategic Management for Educational Management, (Bandung : Alfabeta, 2011), hal. 111-112.
[8]Ibid., hal. 142-143.
[9]Tim Pakar Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang, Manajemen Pendidikan, (Surabaya : Universitas Negeri Malang, 2003), hal. 19.
[10]Tony Bush et.al, The principles and Practice of Educational Management, (London: Paul Chapman Publishing, 2002), hal. 89.
[11]Imron Fauzi, Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah, (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2012), hal. 95.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar